Minggu, 09 Juli 2017
Kamis, 13 April 2017
PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS SOFTSKILL PERTEMUAN KE-1
PENGANTAR ANIMASI
DAN DESAIN GRAFIS
SOFTSKILL
PERTEMUAN KE-1
Definisi Animasi
Animasi berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu animate yang artinya menghidupkan, memberi jiwa
dan menggerakkan benda mati. Animasi merupakan proses membuat objek yang
asalnya suatu benda mati, kemudian secara berurutan disusun dalam posisi yang
berbeda seolah menjadi hidup.
Awal kemunculan Animasi
Kelahiran animasi sudah dimulai sejak jaman batu yaitu lebih dari 15000
tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lukisan dan cerita
bergambar pada dinding gua jaman paleolitikum.
Berabad-abad kemudian perkembangan cerita bergambar sampai pada bangsa Mesir
kuno yaitu pada tahun 2000 SM yang sering sekali menggambar subjek yang
diceritakan dalam bentuk pergerakan. Salah satu gambar yang ditemukan adalah
beberapa gambar posisi gulat pada jaman Mesir. Kebiasaan menggambar ini juga
diikuti oleh bangsa Yunani dan Romawi. Perkembangan cerita bergambar pada jaman
kuno inilah yang merupakan cikal bakal teknik animasi jaman sekarang.
Pada tahun 1914, Winsor McCay membuat animasi bernama Gertie the
Dinosaur. Pada tahun berikutnya Otto Mesmer membuat animasi bisu dengan plot
cerita terkenal yaitu Felix the Cat.
Pelopor dunia animasi adalah Walt Disney dan Roy Disney. Pada tahun
1923 mereka membuat animasi fantasi disertai iringan musik dengan tokoh kartun
seekor tikus bernama Mortimer, sebuah tokoh cikal bakal Mickey Mouse. Setelah
sukses dalam menghidupkan Mickey Mouse mereka membuat animasi "White snow and seven dwarfs" dan berbagai animasi
lainnya yang sukses sampai sekarang dinaungi oleh Pixar Animation.
Animasi mampu menyampaikan suatu konsep yang kompleks menjadi menarik
secara visual dan juga dinamik sehingga animasi terus berkembang hingga saat
ini.
Dasar Kemunculan Animasi
Keinginan manusia untuk membuat gambar yang hidup dan bergerak sebagai
bentuk dari pengungkapan (expression) mereka
Cara Kerja Animasi
Secara sederhana prinsip kerja animasi adalah dengan:
Menumpuk beberapa gambar secara bergantian dan berurutanContoh: Prinsip
kerja animasi dengan menumpuk beberapa gambar secara berurutan dalam
tempo yang cepat. Gambar akan ditampilkan mulai dari urutan pertama sampai
terakhir sehingga seolah olah gambar yang ada misalnya gambar bola bergerak
dari bawah keatas. Kecepatan gerak bola tergantung pada delay antar gambar. Semakin kecil delay maka akan semakin cepat pula gerakan bola
itu. Langkah ini juga merupakan cara pembuatan kartun-kartun klasik.
Mengubah nilai koordinat suatu objek sehingga diperoleh sebuah efek gambar
yang hidup. Contoh: Prinsip kerja animasi dengan mengubah nilai
koordinat objek adalah dengan mengatur-atur nilai koordinat X dan Y objek
tersebut, gambar misalnya bola akan berpindah dari koordinat (1,5) menuju
(2,4). Dengan mengatur delay antar
perintah perubahan nilai koordinat, maka akan didapatkan sebuah animasi yang hidup
yang gerakannya dapat diatur-atur.
Konsep Utama yang Mendasari Terciptanya Animasi
Prinsip yang mendasari terciptanya animasi adalah dari karakter mata
manusia yaitu : persistance of vision (pola
penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre
Desvigenes, melalui peralatan optik yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan
bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggang waktu
tertentu sebagai sebuah pola.
Kelebihan Animasi Dibanding Bentuk Multimedia yang Lain
Penggunaan animasi secara umum mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
è Animasi digunakan untuk mengiklan produk baru yang kelihatan
merupakan produk masa depan.
è Animasi dapat menampilkan produk dalam desain yang
bervariasi
è Animasi tidak membutuhkan studio khusus, dapat
dikerjakan dengan komputer.
è Animasi sering digunakan untuk menyampaikan
pesan yang yang sulit atau untuk menjangkau pasar khusus, misalnya anak-anak
è Animasi dapat menggantikan produk aktual dengan
prototype
è Animasi menjadikan presentasi bisnis lebih
menarik
Selain itu, animasi pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai
kebutuhan dalam berbagai kegiatan dari mulai kegiatan santai sampai serius,
dari mulai sebagai fungsi utama sampai fungsi tambahan atau hiasan. Animasi
dibangun berdasarkan manfaatnya sebagai perantara atau media yang digunakan
untuk berbagai kebutuhan di antaranya :
Media Hiburan, Animasi digunakan untuk menghibur penonton atau
pengguna animasi tersebut, sehingga memberikan kepuasan. Animasi sebagai media
hiburan biasanya digarap dengan sangat serius karena sebagai produk dagangan
yang memiliki harga jual. Sebagai media hiburan, animasi digarap sebagai
project. Contoh : Film, Video Klip, Games dll.
Media Presentasi, Animasi digunakan untuk membuat menarik perhatian
para auden atau peserta presentasi terhadap materi yang disampaikan oleh
presenter. Dengan penambahan animasi pada media presentasi membawa suasana
presentasi menjadi tidak kaku. Dengan penambahan animasi diharapkan dapat tercapai
penyampaian informasi atau terjadinya komunikasi yang baik dalam kegiatan
presentasi.
Fungsi animasi dalam presentasi diantaranya :
1. Menarik Perhatian
dengan adanya pergerakan dan suara yang selaras
2. Memperindah
tampilan presentasi
3. Memudahkan susunan
presentasi
4. Mempermudah
penggambaran dari suatu materi
Media Iklan/Promosi, Animasi sebagai media iklan atau promosi dibangun
sedemikian rupa agar pemirsa atau penonton tertarik untuk membeli atau memiliki
atau mengikuti apa yang disampaikan dalam alur cerita dari animasi tersebut.
Media Bantu/Tools, Animasi sebagai media bantu atau tools digunakan
sebagai perangkat penuntun atau petunjuk dalam melakukan sesuatu. Sebagai media
bantu, animasi akan terlihat menonjol atau memberikan daya tarik atau
memunculkan fokus baru terhadap sesuatu yang perlu dibantu.
Media Pelengkap, Animasi digunakan sebagai pelengkap atau tambahan atau
hiasan pada suatu tampilan yang digunakan untuk mempercantik atau menarik pada
objek yang ditampilkan.
Cara Animasi Menyampaikan Pesan
Saat inii gambar menjadi lebih unggul sebagai media penyampaian informasi
karena gambar memiliki makna yang lebih padat daripada tulisan. Seiring
dengan berkembangnya teknologi media, tulisan kemudian muncul sebagai gambar
dalam layar komputer ketika diasosiasikan dalam bidang periklanan.
Akan menjadi lebih menarik ketika gambar-gambar ini disuguhkan dengan
kemampuannya untuk dapat bergerak. Animasi merupakan serangkaian gambar yang
bergerak. Pengaruh yang ia berikan akan menjadi semakin besar
dibandingkan kemampuannya ketika ia statis sebagai gambar biasa. Penyampaian
informasi menggunakan animasi juga dapat dimanipulasi sedemikian rupa hingga
pesan yang ingin disampaikan dapat dimengerti oleh khalayak umum ataupun dibuat
khusus sehingga hanya dapat dimengerti oleh mereka dengan pendidikan tertentu.
Perkembangan Animasi di Eropa
Awal mula perkembangan animasi di Eropa dominan dipengaruhi oleh keberadaan
komik-komiknya. Seperti di Perancis dan Swedia yang terkenal dengan komik Doc
Martin dan Tintin. Perkembangan komik yang sedemikian pesat telah melahirkan
banyak tokoh-tokoh kartun eropa terkenal, diantaranya selain Doc Martin dan
Tintin adalah Asterix dab Obelix, Johan dan Pirlouit, steven sterk, Lucky
Lucke, Smurf, dll. Bedanya kalo Walt berjuang sendirian membangun animasi
Disney yang kelak menjadi awal tumbuhnya industry animasi di Amerika Serikat
dengan tokoh-tokoh super heronya ( Superman, Batman, Robin, dan Spiderman,
dll), Negara-negara di Eropa secara bersama-sama membangun komunitas komik yang
kelak menjadi awal tumbuhnya industry-industri animasi di Eropa. Seperti tokoh
The Smurf yang diciptakn Peyo (Belanda), Asterix and Obelix oleh Uderzo dan
Gosciny (Italia), Tintin oleh Herge (Swedia), dll. Keberhasilan komik secara
komersil berpengaruh sangat besar dalam upaya untuk menghidupkan tokoh-tokoh
kartun tersebut ke dalam film animasi.
Kalau di Amerika dikenal dengan Walt Disney maka di Eropa yang menonjol
adalah William Hanna dan Joseph Barbara, yang kemudian lebih dikenal sebagai
pasangan Hanna-barbara. Di tahun 40-an hingga 1958, film-film animasi kartun
mulai diproduksi Hanna-barbara dan diperkenalkan secara meluas di Eropa.
Lahirlah karya-karya animasi pertam, seperti The Yankee Doodle Mouse (1943),
Mouse Trouble (1944), The Cat Concreto (1945), The little Orphan (1949), The
Three Musketters (1952) dan Johan Mouse (1953). Hingga kini lebih dari setengah
abad pasangan Hanna-Barbara bekerja sama dalam menciptkan film-film kartun.
Karya-karya mereka yang terkenal sampai saat ini antara lain The Smurf dan
serial kartun The Flinstones. Selain itu, mereka menciptakan tokohYogie Bear,
Huckeberry Hound, pasangan kucing-tikus Tom and Jerry, serta sejumlah tokoh
yang kini terkenal dalam siaran televisi untuk anak.
Perkembangan Animasi Di Amerika
Animasi mulai berkembang sejak abad 18 di amerika. Pada saat itu teknik
stop motion animation banyak disenangi. J. Stuart Blackton mungkin adalah orang
Amerika pertama yang menjadi pionir dalam menggunakan teknik stop motion
animation. Beberapa film yang telah diciptakannya dengan menggunakan teknik ini
adalah The Enchanted Drawing (1900) dan Humorous Phases of Funny Faces (1906).
Selanjutnya, setelah teknologi komputer berkembang, bermunculan animasi yang
dibuat dengan teknologi komputer. Animasi itu macam-macam jenisnya. Ada yang 2
dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Pada animasi 2D, figur animasi dibuat dan
diedit di komputer dengan menggunakan 2D bitmap graphics atau 2D vector
graphics. Sedangkan 3D lebih kompleks lagi karena menambahkan berbagai efek di
dalamnya seperti efek percahayaan, air dan api, dan sebagainya. Sedangkan tokoh
yang dianggap berjasa dalam perkembangan animasi adalah walt Disney.
Karya-karya yang dihasilkannya seperti Mickey Mouse, Donal Duck,Pinokio,putrid
salju dan lain-lain.Walt Disney juga adalah orang pertama yang membuat film
animasi bersuara yaitu film Mickey Mouse yang diputar perdana di Steamboat
Willie di Colony Theatre, New York pada 18 November 1928. Walt Disney juga
menciptakan animasi berwarna pertama yakni, Flower and Trees yang diproduksi
Silly Symphonies di tahun 1932. Selanjutnya, animasi di Jepang mengikuti pula
perkembangan animasi di Amerika Serikat seperti dalam hal penambahan suara dan
warna. Dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara ini banyak bersaing dalam
pembuatan animasi. Amerika dikenal dengan animasinya yang menggunakan teknologi
yang canggih dan kadang simpel. Sedangkan animasi Jepang mempunyai jalan cerita
yang menarik. (Pmails/ Cesar Zehan Camille). Hingga saat ini perkembangan
animasi di amerika masih sebagai seni yang minor yang hanya ditujukan bagi
anak-anak.
Perkembangan Animasi di Asia
Kemudian animasi merambah dunia asia. Di Jepang misalnya animasi mulai
berkembang sejak tahun 1913. Dimana pada waktu itu dilakukan first experiments
in animation yang dilakukan oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan
Kitayama Seitaro. semua jenis animasi yang berasal dari jepang disebut anime
oleh penduduk non-Jepang. Berkembangnya industri anime memiliki hubungan yang
erat dengan penurunan industri perfilman Jepang. Industri animasi berawal pada tahun
1915 dengan animasi sebagai bentuk karya seni komersial setelah era pasca
perang dan memiliki puncak pencapaian pada pemunculan serial tv Astro Boy dari
Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Jalan cerita Astro Boy yang menarik
dikombinasikan dengan desain grafis yang minimal tapi efektif menjadi alasan
kesuksesannya yang cukup cepat.
Walaupun anime juga memiliki pengaruh dari Amerika Serikat, ia telah mengarah pada jalan yang berbeda : orientasi pada orang dewasa dan cerita yang kompleks sebagai keseluruhan strukturnya. Anime berbentuk serial tv (karena erat kaitannya dengan perkembangan manga yang memiliki episode yang panjang) membentuk cerita-cerita serial. Perkembangan anime menjadi Original Animation for Video (OAV) dan ke bentuk film layar lebar sekitar tahun 1970-an membawa pengaruhnya ke luar Jepang.
Memasuki 1990-an, banyak bermunculan anime-anime yang menarik secara intelektual, seperti melalui serial tv yang dianggap provokatif : Neon Genesis Evangelion karya Hideaki Anno dan juga Mononoke Hime karya Hayao Miyazaki, membuat anime makin dikenal.
Secara kronologis, anime berkembang dari pengkarakteran yang hitam putih dan cerita-cerita petualangan bertemakan Cinta, Keberanian dan Persahabatan menjadi filosofi yang kompleks, membuka jalan pada potensi artistik dan komersial. Anime jepang berkembang sesuai dengan perkembangan budayanya. Ciri khas anime lainnya adalah dominannya penggunaan tekhnik animasi tradisional menggunakan cel. Sampai awal 90-an hampir semua anime masih menggunakan teknik animasi tradisional. Ketika tekhnologi digital masuk ke dalam proses pembuatan animasi sekitar pertengahan ‘90-an, studio-studio mulai memproduksi anime mengikuti tren tersebut, walaupun masih ada beberapa studio seperti Ghibli yang masih setia terhadap animasi tradisional pada sebagian besar produknya, dan hanya menggunakan tekhnologi digital sebagai pelengkap. Anime juga merupakan sebuah karya seni kontemporer Jepang yang kaya dan menarik, dengan kekhasan estetika naratif dan visual, yang berakar pada budaya tradisional Jepang dan menjangkau perkembangan seni dan media terkini. Dengan variasi subjek dan materinya, anime adalah sebuah cermin yang berguna pada masyarakat kontemporer Jepang. Pada perkembangannya Anime merupakan fenomena global, baik sebagai kekuatan budaya maupun komersil yang mampu membawa pencerahan pada isu yang lebih luas pada hubungan antara budaya lokal dan global. Sebagai sebuah aksi untuk melawan hegemoni dari globalisasi. Anime tetap memiliki akar ke-Jepang-annya, tetapi ia juga mampu mempengaruhi lebih dari wilayah jepang hingga mencakup area di luar jepang. Memiliki gaya visual yang khas, seperti yang ditunjukkan pada anime tahun 1970-an yang memiliki tracking shots, pengambilan gambar yang panjang bagi pembangunan sebuah shot, panning yang ‘berlebihan’, sudut pandang kamera yang tidak biasa serta pemanfaatan extreme close up. Sekarang ini memang perkembangan animasi di jepang sangat pesat dibandingkan negara-negara lainnya, terbukti denegan besarnya pasar konsumen anime, bukan hanya di jepang bahkan di negara-negara lain.Berbeda dengan Amerika, di jepang film animasi tidak hanya ditujukan pada anak-anak saja tapi juga untuk kalangan dewasa. Animasi menjadi populer di Jepang pada abad 20 sebagai media alternatif dalam penceritaan selain live action.Fleksibilitas variasi penggunaan teknik – teknik animasi memberi kesempatan bagi para pembuat film di jepang untuk mengeksplorasi bermacam ide, karakter, setting yang sulit dilakukan dalam format live action dengan biaya yang terbatas .Anime dapat digolongkan pada budaya populer (di jepang) atau pada sub – kultur (fi Amerika serikat).Sebagai sebuah budaya populer , anime telah dilihat sebagai karya seni intelektual yang menantang.Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukan eksprimen pertama dalam animasi oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913.Kemudian diikuti film pendek [hanya berdurasi sekitar 5 menit] karya Oten Shimokawa yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki tahun 1917. Pada saat itu Oten membutuhkan waktu 6 bulan hanya untuk mengerjakan animasi sepanjang 5 menit tersebut dan masih berupa “film bisu”. Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin [Nikatsu].
Perkembangan Animasi Di Indonesia
Di Indonesia perkembangan animasi di Indonesia berjalan lambat karena
sulitnya ruang lingkup promosi bagi para animator Indonesia.Alasan lain adalah
kurangnya pendidikan formal animasi yang dapat mendukung peran mereka sebagai
animator. Selain itu masalah kemampuan bahasa juga mempengaruhi perkembangan
animasi tersebut,yang mana di Indonesia sendiri penguasaan akan bahasa asing
khususnya bahasa inggris sangat terbatas sehingga kebanyakan animation house
mancanegara kurang berminat mendirikan studi animasinya di Indonesia, namun
disamping itu semua di Indonesia patut berbangga karena wayang kulit merupakan
salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik
dan komputer ditemukan pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi
seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi music. pada
perkembangannya sekarang ini di Indonesia mulai berkembang lebih baik lagi
ditandai dengan munculnya film-film animasi di Indonesia dengan semakin
beragam.
Pengkategorian Animasi
Dilihat dari tehnik pembuatannya animasi yang ada saat ini dapat
dikategorikan menjadi 3, yaitu:
· Animasi Stop-motion
(Stop Motion Animation)
· Animasi Tradisional
(Traditional animation)
· Animasi Komputer
(Computer Graphics Animation)
1. Stop-motion animation
Stop-motion animation sering pula disebut claymation karena dalam
perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai
objek yang digerakkan . Tehnik stop-motion animation merupakan animasi yang dihasilkan
dari penggambilan gambar berupa obyek (boneka atau yang lainnya) yang
digerakkan setahap demi setahap. Dalam pengerjaannya teknik ini memiliki
tingkat kesulitan dan memerlukan kesabaran yang tinggi.Wallace and Gromit dan
Chicken Run , karya Nick Parks, merupakan salah satu contoh karya stop motion
animation. Contoh lainnya adalah Celebrity Deadmatch di MTV yang menyajikan
adegan perkelahian antara berbagai selebriti dunia.
2. Animasi Tradisional
Tradisional animasi adalah tehnik animasi yang paling umum dikenal sampai
saat ini. Dinamakan tradisional karena tehnik animasi inilah yang digunakan
pada saat animasi pertama kali dikembangkan. Tradisional animasi juga sering
disebut cel animation karena tehnik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent
yang sekilas mirip sekali dengan transparansi OHP yang sering kita gunakan.
Pada pembuatan animasi tradisional, setiap tahap gerakan digambar satu persatu
di atas cel. Dengan berkembangnya teknologi komputer, pembuatan animasi
tradisional ini telah dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dewasa ini teknik
pembuatan animasi tradisional yang dibuat dengan menggunakan komputer lebih
dikenal dengan istilah animasi 2 Dimensi.
3. Animasi Komputer
Sesuai dengan namanya, animasi ini secara keseluruhan dikerjakan dengan
menggunakan komputer. Dari pembuatan karakter, mengatur gerakkan “pemain” dan
kamera, pemberian suara, serta special effeknya semuanya di kerjakan dengan
komputer.
Dengan animasi komputer, hal-hal yang awalnya tidak mungkin digambarkan
dengan animasi menjadi mungkin dan lebih mudah. Sebagai contoh perjalanan
wahana ruang angkasa ke suatu planet dapat digambarkan secara jelas, atau
proses terjadinya tsunami.
Perkembangan teknologi komputer saat ini, memungkinkan orang dengan mudah
membuat animasi. Animasi yang dihasilkan tergantung keahlian yang dimiliki dan
software yang digunakan.
Teknologi 2 Dimensi
Media dua dimensi adalah sebutan umum untuk alat peraga yang hanya memiliki
ukuran panjang dan lebar yang berada pada satu bidang datar. Media pembelajaran
dua dimensi meliputi grafis, media bentuk papan, dan media cetak yang
penampilan isinya tergolong dua dimensi. Media Grafis, media grafis adalah
suatu penyajian secara visual yang menggunakan titik-titik, garis-garis,
gambar-gambar, tulisan-tulisan, atau simbul visual yang lain dengan maksud
Animasi 2 Dimensi
Animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal
dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Dan film kartun itu
kebanyakan film yang lucu. Contohnya banyak sekali, baik yang di TV maupun di
Bioskop. Misalnya: Shincan, Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby
doo, dan masih banyak lagi.
Perbedaan
Style Animasi Eropa, Amerika, dan Asia
|
|
Animasi Eropa
|
Animasi Amerika
|
Animasi Asia
|
|
Perkembangan Awal
|
- Perkembangan
animasi di eropa lebih banyak menggunakan tema binatang sebagai karakter
animasinya
- Pada
animasi eropa tidak didukung adanya suara dari tokoh-tokoh animasi tersebut,
jadi tokoh-tokoh animasi tersebut hanya mengandalkan gerakan mimik wajah
tanpa pengisi suara, terkadang tokoh yang dibuat menghela napas atau
melakukan sesuatu gerakan untuk mengekspresikan emosinya.
- Suara
yang ada hanya sebatas back sound.
|
Animasi di Amerika mulai berkembang pada abad 18 , pada saat itu
teknik yang digunakan adalah teknik “stop motion”. Teknik “stop motion” yaitu
teknik yang menggunakan banyak gambar diam/frame kemudian dirangkai menjadi
satu yang menimbulkan kesan bahwa seolah-olah gambar tersebut bergerak.
Teknik “stop motion” ini sangat sulit, membutuhkan banyak waktu, dan juga
membutuhkan banyak biaya dalam pembuatannya.
|
Animasi mulai berkembang di Asia pada tahun 1913 di Jepang. Semua
jenis animasi yang berasal dari jepang lebih dikenal dengan sebutan anime. Industri animasi di jepang berawal pada tahun 1915 yaitu
pada saat pemunculan serial televise berjudul “Astro Boy”. Kemudian anime
Jepang berkembang sesuai dengan perkembangan budayanya.
|
|
Style
|
Animasi
di eropa lebih banyak bergenre fantasi atau dongeng fiktif, ya kebanyakan
menggunakan cerita bertema klasik seperti kerajaan, atau cerita putri dan
pangeran. Contoh animasi dari eropa “snow white”. Di dalam animasi eropa
banyak menceritakan karakter-karakter fiktif seperti makhluk hutan, kurcaci,
dll.
|
Animasi di Amerika memiliki
karakteristik gaya yang baku, alur animasi tersebut menggambarkan alur
kehidupan nyata. Kemudian animasi amerika juga bersifat episodic yaitu
episode setelah episode, dimana karakter utama tidak berubah dan tidak
terpengaruh oleh kejadian pada episode sebelumnya.
Gaya animasi di Amerika juga
terpengaruh dari budaya Amerika sendiri, yaitu pada animasi “The
Simpson” kita dapat melihat bagaimana kehidupan keluarga-keluarga
di Amerika dan budaya-budayanya
|
Animasi
asia yang paling menonjol adalah anime dari Jepang. Anime di jepang memiliki
ciri khas lainnya yaitu dominannya penggunaan teknik animasi tradisional
menggunakan cel.Memiliki ciri-ciri gambar yang berwarna-warni yang menampilkan
tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita. Anime di Jepang memiliki
gaya yang sangat beragam dan bervariasi dan tidak memiliki gaya yang baku dan
digunakan oleh semua anime. Secara umum anime Jepang dapat dikenali dengan penggambaran fisik
tokoh yang berlebihan, seperti mata atau bagian tubuh lainnya yang besar dan
memiliki rambut yang liar, umumnya penggambaran tubuh karakter tidak
mengikuti proporsi normal.
|
PERTANYAAN :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Animasi, berikan contohnya!
Jawab : Animasi berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu animate yang artinya menghidupkan, memberi jiwa
dan menggerakkan benda mati. Animasi merupakan proses membuat objek yang
asalnya suatu benda mati, kemudian secara berurutan disusun dalam posisi yang
berbeda seolah menjadi hidup.Contohnya : Mickey Mouse,Hello Kitty,Princess,Spongebob
Squarepants dan masih banyak lagi.
Jawaban didapat pada halaman 1
2.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan
prinsip-prinsip dasar animasi,siapa tokoh pencetus prinsip animasi serta kenapa
prinsip animasi sangat penting di dalam pedoman pembuatan animasi!
Jawab : Prinsip yang mendasari terciptanya animasi adalah dari karakter mata
manusia yaitu : persistance of vision (pola
penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre
Desvigenes, melalui peralatan optik yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan
bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggang waktu
tertentu sebagai sebuah pola.
Jawaban didapat pada halaman 2
3.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan
Storyboard dan animasi Stop motion!
Jawab :
·
Storyboard adalah visualisasi
ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan gambaran dari
aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard dapat dikatakan juga visual script
yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang
biasa disebut dengan istilah scene. Storyboard sekarang lebih banyak digunakan
untuk membuat kerangka pembuatan website dan proyek media interaktif lainnya
seperti iklan, film pendek, games, media pembelajaran interaktif ketika dalam
tahap perancangan /desain.
·
Animasi Stop motion sering pula disebut claymation karena dalam
perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai
objek yang digerakkan . Tehnik stop-motion animation merupakan animasi yang dihasilkan
dari penggambilan gambar berupa obyek (boneka atau yang lainnya) yang
digerakkan setahap demi setahap. Dalam pengerjaannya teknik ini memiliki
tingkat kesulitan dan memerlukan kesabaran yang tinggi.Wallace and Gromit dan
Chicken Run , karya Nick Parks, merupakan salah satu contoh karya stop motion
animation. Contoh lainnya adalah Celebrity Deadmatch di MTV yang menyajikan
adegan perkelahian antara berbagai selebriti dunia.
Jawaban Storyboard didapat pada : http://www.davidprasetyo.com/2015/11/pengertian-storyboard.html
Jawaban Animasi Stop motion didapat pada halaman 8
DAFTAR PUSTAKA :
Langganan:
Komentar (Atom)











