TUGAS 3 TEORI ORGANISASI UMUM
DISUSUN OLEH : NOVITA YULIANTI
NPM : 18114098
·
KELAS :
2KA38
TUGAS TEORI ORGANISASI
DASAR.
1.
Cari contoh
tentang komuniskasi dan pengambilan keputusan dalam berorganisasi!
2.
Studi kasus
mengenai Teamwork dan Kepemimpinan!
3.
Buat rangkuman
tentang desain dan struktur organisasi:
-
Dimensi struktur
organisasi
-
Departemensial
-
Model-model
desain organisasi
-
Implikasi
mangenai desain dan struktur organisasi
JAWAB:
1.
Contoh kasus
tentang komunikasi dan pengambilan keputusan
-
Contoh kasus komunikasi
:
Komunikasi dalam
organisasi, kepuasan kerja, kinerja. Dewasa ini telah banyak organisasi yang
berdiri dan berkembang sukses baik dalam skala kecil maupun besar.
Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama. Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerja yang disampaikan pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya.
Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama. Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerja yang disampaikan pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan adanya
perasaan-perasaan tersebut dalam melaksanakan tugas mengakibatkan kinerja
karyawan menjadi menurun. Salah satu jalan mengatasi semua ini adalah dengan
saluran komunikasi.
Berdasarkan contoh kasus
diatas ini disarankan antara atasan dengan bawahan pada Pabrik Kertas CV Setia
Kawan Tulungagung lebih sering meningkatkan koordinasi (mengadakan sharing)
sehingga setiap kegiatan akan berjalan dengan baik karena dapat mengerti
perasaan karyawan mulai dari masalah pekerjaan, rekan sekerja, sampai masalah
kesesuaian upah, secara periodik para atasan (direktur, manager,
kepala bagian)lebih sering terjun langsung ke lapangan sehingga dapat
meningkatkan kepuasan dan kinerja, pimpinan memperhatikan keluhan-keluhan dari
para karyawan.
-
Contoh kasus pengambilan keputusan dalam
berorganisasi :
DPR yang masih ragu dalam pengambilan
keputusan menaikkan tarif listrik 10%. Ini di karenakan bentroknya pemerintah
dengan masyarakat. Pemerintah yang ingin tarif di naikkan, dan masyarakatnyanya
yang tidak setuju. Mungkin bagi pemerintah memaksa ingin menaikkan tarif 10%
hanya hal biasa saja, tetapi bagi masyarakat apalagi yang tidak mampu ini
adalah hal yg berat. Akibatnya pihak DPR pun belum mengambil keputusan apapun
untuk menaikkan atau tidak.
Berdasarkan contoh kasus diatas ini
pengambilan keputusan dalam organisasi yang diangkat oleh kelompok III, DPR
harus mengambil keputusan dengan bijak secepatnya agar permasalahan atau
perselisihan dengan masyarakat bisa dapat diselesaikan.
2.
Studi kasus
Teamwork dan Kepemimpinan
-
Teamwork
Kasus 1:
“TEAMWORK PERAWAT RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH X”
RSUD X merupakan salah
satu rumah sakit umum yang berada di daerah X. Dengan Visi menjadi Rumah Sakit
Umum yang diminati oleh masyarakat. RSUD X selalu berusaha untuk berbenah diri
agar dapat bertahan di tengah
persaingan pertumbuhan
rumah sakit di daerah tersebut. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa RSUD X
belum menunjukan hasil yang maksimal. Munculnya keluhan masyarakat mengenai
pelayanan yang di berikan RSUD X dan jumlah pasien yang belum menunjukkan peningkatan
adalah bukti yang mengindikasikan bahwa pihak RSUD X belum mampu mewujudkan
visi tersebut.
Berdasarkan wawancara awal diperoleh informasi mengenai
ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayan yang diberikan oleh RSUD X,
khususnya pada bagian keperawatan. Melalui survey kepada beberapa perawat di
RSUD X diperoleh data yang menunjukkan bahwa perawat kurang merasakan adanya
kerjasama dan komunikasi yang baik, kurang memiliki rasa saling percaya dan
saling mendukung, kurang mengetahui visi dan misi organisasi dan merasakan
teamwork yang kurang efektif di RSUDX.
Sikap tidak peduli dan saling menyalahkan antar perawat,
kurang adanya keinginan dan kesadaran untuk menyelesaikan konflik, kurang
adanya kesadaran para perawat akan pentingnya kerjasama dan komunikasi sehingga
sering menimbulkan konflik serta hubungan antar perawat yang dirasakan kurang
harmonis yang menghambat terjalinnya kerjasama merupakan indikator masalah yang
sebenarnya dihadapi oleh pihak RSUD X.
-
Kepemimpinan
Kasus 2:
Hartoyo Sebagai
Manajer
Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi
suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah
dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak ia
bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas
dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada drs. Abdul hakim, ak,
manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang
rendah dalam departemen produksi. Abdul hakim menjawab bahwa dia telah
mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan
hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat
sendiri olehnya. Dia (hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua
keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat
seperti itu.”
Pertanyaan kasus :
1. Gaya kepemimpinan
macam apa yang digunakan oleh hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya?
Bandingkan motivasi bawahan hartoyo sekarang dan dulu sewaktu tentara.
Mungin Hartoyo masih terbawa gaya
kepemimpinan saat ia menjadi tentara, yaitu Tipe Militerlistik. Ciri-cirinya
antara lain :
a. Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b. Menggunakan system komando/perintah
c. Segala
sesuatubersifat formal
d. Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe
kepemimpinan militerlistik, jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan
merupakan pemimpin yang ideal.
Motivasi bawahan hartoyo yang sekarang
adalah rendah. Semangat kerja mereka rendah karena mereka tidak senang dengan
pengambilan semua keputusan yang dibuat oleh hartoyo sendiri. Berbeda dengan
saat hartoyo menjadi tentara, motivasi bawahan hartoyo tinggi karena mereka
senang atas pengambilan semua keputusan yang dibuatnya dan memang mereka
mengharapkan hartoyo berbuat seperti itu.
2. Konsekuensinya apa, bila hartoyo tidak dapat
merubah gayakepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah
keadaan?
Konsekuensi yang terjadi apabila hartoyo
tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya adalah bawahan hartoyo akan terus
bersikap tidak puas dan agresif kepadanya. Jika terus menerus dibiarkan seperti
itu, pekerjaan bawahan hartoyo tidak akan maksimal. Bahkan pekerjaan mereka
bisa sangat buruk. Hal tersebut juga pasti akan berdampak besar pada perusahaan
tersebut.
Saran saya adalah hartoyo harus merubah gaya
kepemimpinannya. Sebab, orang-orang yang bekerja sebagai tentara mempunyai
pemikiran yang berbeda dengan orang-orang yang bekerja di perusahaan.
Jangankan orang yang berbeda profesi, orang yang se-profesi saja kadangkala
mempunyai buah pikir yang berbeda. Mungkin hartoyo dapat menggunakan gaya
kepemimpinan tipe open leadership, yaitu hartoyo dapat mengambil keputusan yang
dibuatnya tetapi ada pendekatan antara dia dan karyawan. Ciri-ciri tipe open
leadership antara lain :
a. Berpartisi akif dalam kegiatan organisasi
b. Bersifat terbuka
c. Bawahan diberi
kesempatan untuk member saran dan ide-ide baru
d. Keputusan ada ditangan pemimpin
e. Menghargai potensi individu
Saran saya :
Hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya menjadi pribadi yang baik, low
profile, dapat menjalin komunikasi dengan baik, dapat menerima kritik dan saran
yang di berikan oleh karyawannya.
3.
Rangkumantentangdesaindanstrukturorganisasi
-
Dimensistrukturorganisasi
Dimensi
struktur organisasiStruktur organisasi adalah pola tentang hubungan antara
berbagai komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi formal struktur
direncanakan dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan antara
berbagai komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif. Sedangkan
pada organisasi informal, struktur organisasi adalah aspek sistem yang tidak
direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.
Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan penghubung antar posisi para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu wewenang, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya tersebut.
Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi. Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya organisasi.Setiap ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing, namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari organisasi.
Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan penghubung antar posisi para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu wewenang, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya tersebut.
Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi. Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya organisasi.Setiap ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing, namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari organisasi.
Dalam kasus-kasus tertentu, ahli
organisasi menggunakan pengukuran-pengukuran untuk menjelaskan
dimensi-dimensi dalam organisasi, diantaranya adalah:
à Ukuran : jumlah anggota dalam
organisasi.
à Komponen administratif : persentase
total jumlah anggota yang menjalankan tugas tanggung jawab administratif.
à Rentang kendali : jumlah bawahan
yang menjadi yanggung jawab seorang manajer.
à Spesialisasi : jumlah kekhususan
yang dilakukan dalam organisasi.
à Standardiasai : adanya
prosedur-prosedur untuk mengatur peristiwa yang berulang.
à Formalisasi : sejauh mana
aturan-aturan dan komunikasi yang dilakukan secara tertulis.
à Sentralisasi : konsentrasi wewenang
pengambilan keputusan.
à Kompleksitas : jumlah diferensiasi
vertikal, jumlah unit atau departemen.
à Delegasi wewenang : rasio antara
jumlah keputusan manajerial spesifik yang didelegasikan pucuk pimpinan, dan
jumlah yang diputuskan sendiri.
à Integrasi : kualitas kerja sama
diantara unit-unit yang dibutuhkan untuk menyatukan tujuan, atau
rencana-rencana dan umpan balik yang digunakan untuk mengkoordinasikan
unit-unit.
à Diferensiasi : jumlah fungsi-fungsi
khusus yang dijalankan dalam organisasi, atau perbedaan dalam orientasi
kognitif dan emosional diantara pada menejer dari departemen yang berbeda.
-
Departemenlisasi
1. Pengertian
Departementalisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks
2. Departementalisasi Fungsional
Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
3 . Departementalisasi Divisional
Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.
Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
1. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
2. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
3. Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
Kelemahah-kelemahan sturktur divisional secara lebih terperinci :
1. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
2. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi
Perusahaan yang melekukan departentalisasi
diuntungkan dengan pembagian control dan koordinasi pada perusahaan tersebut.
Wilayah kekuasaan dan tanggung jawab dipersempit sehingga untuk memimpinnya
menjadi lebih mudah.
-
Model-model desain Organisasi
à Model organisasi mekanistik
Yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
Yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
Ø Prinsip Spesialisasi yaitu merupakan
sarana terbaik untuk mendayagunakan tenaga individu dan kelompok.
Ø Prinsip Kesatuan Arah yaitu semua pekerjaan harus
dikelompokkan berdasarkan keahlian.
Ø Prinsip Wewenang dan Tanggung jawab
yaitu manager harus mendapat pendelegasian wewenang yang cukup untuk
melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Prinsip
Rantai Skalar yaitu hasil alami dari pelaksanaan ketiga prinsip sebelumnya
adalah rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai
dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan
komunikasi vertical dalam sebuah organisasi.
à Model Organik
Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.
Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.
-
Implikasi
Menejerial
Implikasi
Implikasi berfungsi membandingkan
antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan..
salah satu implikasi yaitu implikasi manajerial
Implikasi Manajerial
Dalam dunia kerja yang sangat kompleks sekarang ini, orang
tidak dapat bekerja sendiri-sendiri sebagai single fighter, tapi saling
bergantung satu sama lain untuk mencapai kesuksesan. Kondisi interpendensi ini
membuat kemampuan manajerial seorang team leader di tempat kerja menjadi
bertambah penting. Trend teori-teori manajemen modernpun juga mengarah kesana.
Kemampuan
manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengkoordinasikan dan menggerakkan
para bawahan kearah pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi, tak
soal apakah organisasi itu kecil atau besar. Dalam organisasi yang besar,
kesempatan manajer untuk mengadakan kontak dengan seluruh bawahan relatif kecil
sekali. Lebih-lebih dalam organisasi yang besar ruang lingkup operasinya
nasional atau internasional. Dengan demikian. Kegiatan mengintegrasikan,
mengkoordonasikan dan menggerakkan para bawahan oleh team leader sebagai
manajer puncak dilakukan melalui pendelegasian wewenang kepada manajer menengah
dan manejer pengawas.
Kemampuan
manejerial itu sendiri adalah sesuatu yang tidak given. Kemampuan itu lahir
dari suatu proses yang panjangnya yang terjadi secara berlahan-lahan melalui
proses pengamatan dan belajar. Bukti dari kemampuan manajerial adalah sejauh
mana team kerja mereka mampu berkinerja secara optimal. Dalam hal ini team
leader pimpinan di semua tingkatan haruslah mampu menunjukkan bahwa mereka
sanggup dekat secara emosional pada bawahan sehingga bawahan memberikan
dukungan dengan komitmen yang kuat pada team kerjanya.
Adanya
kinerja manajerial yang dihasilkan merupakan bukti bahwa mereka mampu memahami
secara jelas kinerja yang diharapkan dari kegiatan mereka. Kinerja tentu yang
diharapkan dari manajer akan menentukan peran yang disandang oleh team leader.
Kinerja dan peran yang diharapkan dari team leader akan menentukan bakat dan
kemampuan apa yang diperlukan untuk mewujudkan kinerja memalui peran yang
dimiliki oleh team leader tentang peran mereka yang tidak akan menghasilkan
kinerja tertentu yang diharapkan dari mereka, jika tidak disertai dengan usaha
keras mereka.
Implikasi Manajerial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia
implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke
beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi
manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
1.
Implikasi
prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja
dan formulasi kebijakan
2.
Implikasi kebijakan meliputi sifat
substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Sumber:
·
https://liuvitapranggarani.wordpress.com/2013/10/